Kandungan Asam-asamnya Sangat Baik Bagi Melancarkan Sistem Pembuangan & Penafasan
Bagus Melancarkan Pembuangan Air Besar
Prof. B. Lindner (1917-1918) melaporkan bahawa jamur/cendawan ini kebanyakan digunakan sebagai pengatur (regulator) atau untuk penyembuh aktivitas organ pencernaan yang kurang memberangsangkan. Demikian juga halnya dengan pembengkakan disekitar dubur atau usus dapat disembuhkan seperti bausir atau ambei.
Ketua Councilor Prof. Dr. Rudolf Kobert (1917-18) mendapatkan bahawa "jamur/cendawan ini juga, secara pasti, adalah obat untuk encok atau rematik pada persendian".
Demikian pula Prof. Dr. Wilhelm Henneberg (1926) melaporkan bahawa minuman yang dibuat dari jamur/cendawan ini, yang di Rusia dinamai "Tea Kwass", digunakan sebagai obat penyembuh berbagai penyakit, terutama untuk sembelit.
Sesuai dengan uraian Dr. Madaus didalam "Seni Penyembuhan secara Biologis" (1927), bahawa jamur/cendawan tersebut dengan produk-produk metabolismenya, mempunyai pengaruh kuat dalam pembentukan dinding-dinding sel baru pada proses regenerasi sel, dan dengan begitu merupakan alat penyembuh yang sangat baik bagi arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh darah yang disebabkan oleh endapan kolesterol maupun kapur.
Gambar seorang wanita yang mengalami salah satu gejala konstipasi atau sembelit yang umum yaitu susah buang air besar
Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia (atau mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus.
- 1 Pengobatan
- 2 Penyebab
- 3 Tanda dan gejala
- 4 Lihat pula
- 5 Yang lainnya
- 6 Pranala luar
- 7 Referensi
[sunting] Pengobatan
Pengobatan konstipasi dapat dilakukan dengan pengubahan pola makan menjadi lebih sehat, minum air putih sebanyaknya, meminum minuman prebiotik, mengkonsumsi obat pencahar (laksatif) (yang terkadang menyebabkan perut terasa melilit, tinja berbentuk cair, ketergantungan pada obat pencahar, bahkan pingsan), penghisapan tinja atau feses dengan alat khusus, terapi serat, dan pembedahan (walaupun pilihan ini cukup jarang dilakukan).
Penyebab
Model tinja atau feses 1 (konstipasi kronis), 2 (konstipasi sedang) dan 3 (konstipasi ringan) dari Bristol Stool Chart yang menunjukkan tingkat konstipasi atau sembelit
Konstipasi atau sembelit adalah keluhan pada sistem pencernaan yang paling umum dan banyak ditemui di masyarakat luas. Penyebab umum konstipasi atau sembelit yang berada disekitar kita antara lain karena sedang menjalankan ibadah puasa, kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi, menderita panas dalam, stres dalam pekerjaan, aktivitas yang padat, pengaruh hormon tubuh, sedang dalam masa kehamilan, kelainan anatomis, gaya hidup yang buruk, efek samping akibat meminum obat tertentu (misalnya obat antidiare, analgesik, dan antasida), kekurangan asupan vitamin C, menahan rangsangan untuk buang air besar dalam jangka waktu yang lama dan seharusnya segera dikeluarkan dan dibuang, kekurangan makanan berserat, atau karena usia lanjut.
[sunting] Tanda dan gejala
Gejala dan tanda akan berbeda antara seseorang dengan seseorang yang lain, karena pola makan, hormon,gaya hidup dan bentuk usus besar setiap orang berbeda-beda, tetapi biasanya gejala dan tanda yang umum ditemukan pada sebagian besar atau terkadang beberapa penderitanya adalah sebagai berikut:
- Perut terasa begah, penuh dan tidak plong, sedikit lebih panas daripada biasanya, nyeri dan mulas, membesar dan mengeras sehingga terkadang harus memakai baju yang ukurannya lebih besar untuk menutupinya.
- Tubuh tidak fit, tidak nyaman, lesu, cepat lelah, dan terasa berat sehingga malas mengerjakan sesuatu bahkan terkadang sering mengantuk.
- Jantung sering berdebar-debar sehingga cepat emosi yang mengakibatkan stres sehingga rentan sakit kepala dan bahkan demam
- Aktivitas sehari-hari terganggu karena menjadi kurang percaya diri, tidak bersemangat, dan tubuh terasa terbebani yang mengakibatkan kualitas dan produktivitas kerja menurun.
- Terkadang pernapasan menjadi sesak karena volume perut untuk bernapas berkurang.
- Tinja atau feses lebih keras daripada biasanya, lebih panas suhunya daripada biasanya, berwarna lebih gelap daripada biasanya, lebih kering daripada biasanya, lebih berbau busuk daripada biasanya dan lebih berbentuk bulat-bulat kecil.
- Pada saat buang air besar feses atau tinja sulit dikeluarkan atau dibuang, tubuh berkeringat dingin, dan terkadang harus mengejan ataupun menekan-nekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan dan membuang tinja (bahkan sampai mengalami ambeien atau wasir).
- Bagian anus atau dubur terasa penuh, tidak plong, dan terganjal sesuatu disertai sakit akibat bergesekan dengan tinja atau feses yang kering dan keras atau karena mengalami ambeien atau wasir sehingga pada saat duduk terasa tidak nyaman.
- Lebih sering buang angin atau kentut yang berbau lebih busuk daripada biasanya.
- Usus kurang elastis (biasanya karena mengalami kehamilan atau usia lanjut), berbunyi saat air diserap usus, terasa seperti ada yang mengganjal, dan gerakannya lebih lambat daripada biasanya.
- Menurunnya frekwensi buang air besar, dan meningkatnya waktu buang air besar (biasanya buang air besar menjadi 3 hari sekali atau lebih).
Sedangkan untuk konstipasi yang kronis atau obstipasi, gejala pada penderitanya tidak terlalu berbeda hanya saja sedikit lebih parah yaitu:
- Perut terlihat seperti sedang hamil dan terasa sangat mulas.
- Tinja sangat keras dan berbentuk bulat-bulat kecil.
- Rentan terkena ambeien karena sering mengejan.
- Sering mengantuk dan terkadang tertidur.
- Frekwensi buang air besar dapat mencapai berminggu-minggu.
- Tubuh sering terasa panas, lemas dan berat.
- Sering kurang percaya diri dan terkadang ingin menyendiri.
- Tetap merasa lapar tapi ketika makan akan lebih cepat kenyang (apalagi ketika hamil perut akan terasa mulas) karena ruang dalam perut berkurang.
- Mengalami sakit kepala yang hebat dan terkadang mual bahkan muntah.
- Setiap saat anus atau dubur terasa penuh, tidak plong, dan terganjal sesuatu (bahkan setelah buang air besar